Mendorong Petani Muda Berkelanjutan dan Membangun Sistem Pertanian Organik

Terkini 27 Oct 2026 06:10 • 6 min read • 1 views • By admin

Share berita ini

Mendorong Petani Muda Berkelanjutan dan Membangun Sistem Pertanian Organik
Peserta magang taiwan dari kementerian pertanian menyelesaikan program magang bath 7 dan kembali ke indonesia (foto, ist)


Pangandaran,
Aliansi Organis Indonesia (AOI) bekerja sama dengan JAMTANI mengadakan kegiatan konferensi organik Indonesia di Universitas siliwangi tasikmalaya, 12-13 Oktober dan rapat Umum anggota (RUA) Dihotel grand mutiara pangandaran, diikuti oleh anggota AOI se Indonesia.

Saat ini Pertanian Indonesia menghadapi tantangan regenerasi petani, keberlanjutan sumber daya alam, ketahanan pangan, akses pasar, serta ketergantungan terhadap sarana produksi pertanian yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan.

Petani muda memiliki peran strategis dalam mendorong transformasi pertanian melalui inovasi, pemanfaatan teknologi, pengembangan usaha tani, serta penerapan sistem pertanian organik yang sehat, adil, dan berkelanjutan.

Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan ekosistem yang mendukung, meliputi akses terhadap lahan, modal, pendidikan, pelatihan, pendampingan, teknologi, pasar, kelembagaan petani, dan kepastian kebijakan.

Aliansi Organis Indonesia (AOI) diharapkan dapat memfasilitasi dialog dan kolaborasi antara petani muda, komunitas organik, organisasi masyarakat sipil, pemerintah, perguruan tinggi, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan lainnya.

Dalam Konferensi pers ini AOI dan Mitra pers menjadi ruang komunikasi publik untuk menyampaikan gagasan, kebutuhan, tantangan, dan rekomendasi dalam membangun sistem pertanian organik Indonesia, sekaligus menguatkan kontribusinya terhadap sasaran pembangunan nasional dalam RPJMN 2025–2029.

Kegiatan ini Mendorong Petani Muda Berkelanjutan dan Membangun Sistem Pertanian Organik.
Dan AOI Berharap adanya,

1. Pengakuan dan penguatan komunitas organik Indonesia.
2. Kebijakan dan ekosistem pendukung pertanian organik.
3. Regenerasi petani dan pengembangan kewirausahaan pertanian muda.
4. Sinergi program pertanian organik dengan sasaran RPJMN 2025–2029.



Disamping itu kita Membangun pemahaman bersama dan mendorong dukungan publik terhadap regenerasi petani serta pengembangan sistem pertanian organik melalui kolaborasi komunitas, organisasi, pemerintah, dan sektor terkait.
Adapun Tujuan kegiatan dari AOI Ini untuk Mendorong keterlibatan generasi muda dalam usaha tani organik yang layak secara ekonomi dan berkelanjutan. Mengidentifikasi kebutuhan petani muda, termasuk akses lahan, modal, teknologi, pelatihan, pendampingan, dan pemasaran. Memperkuat pengakuan, kapasitas, kelembagaan, dan jejaring komunitas organik Indonesia. Mendorong kebijakan yang mendukung produksi, sertifikasi, distribusi, pemasaran, dan konsumsi produk organik. Mengembangkan rekomendasi kebijakan serta program kolaboratif yang relevan dengan sasaran RPJMN 2025–2029. Memperluas informasi kepada masyarakat mengenai manfaat, tantangan, dan peluang pengembangan pertanian organik.



AOI Juga Mendorong Petani MudaBerkelanjutan
Dan berfokus,- Regenerasi petani dan minat generasi muda terhadap sektor pertanian- Pendidikan, pelatihan, magang, dan pendampingan usaha tani- Akses terhadap lahan, pembiayaan, teknologi, dan sarana produksi- Pengembangan kewirausahaan, koperasi, dan usaha rintisan pertanian- Pemanfaatan teknologi digital untuk produksi, pengolahan, dan pemasaran- Peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani muda.

Hasil yang diharapkan: tersusunnya rekomendasi program regenerasi petani dan pengembangan usaha tani organik yang menarik, produktif, dan layak secara ekonomi.
Membangun Sistem Pertanian Organik.

- Penerapan prinsip kesehatan tanah, keanekaragaman hayati, dan keseimbangan ekosistem.
- Pengembangan pupuk organik, benih lokal, dan pengelolaan sumber daya lokal.
- Penguatan pengetahuan dan keterampilan petani melalui sekolah lapang serta pendampingan.
- Pengembangan demplot, desa organik, dan kawasan pertanian organik.
- Penguatan penjaminan mutu, sertifikasi organik, serta sistem penjaminan partisipatif sesuai ketentuan.
- Pengembangan rantai pasok, pasar, dan konsumsi produk organik.

Hasil yang diharapkan: tersusunnya arah pengembangan sistem pertanian organik yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
. Pengakuan Komunitas Organik Indonesia.- Pengakuan terhadap peran komunitas dan kelompok petani organik.
- Penguatan organisasi, kelembagaan, dan jejaring antarkomunitas.
- Pendokumentasian praktik baik pertanian organik.
- Pengembangan standar mutu dan mekanisme penjaminan yang sesuai ketentuan.
- Penguatan partisipasi komunitas dalam perencanaan dan evaluasi program.
- Promosi produk serta perluasan akses pasar bagi petani organik.

Hasil yang diharapkan: adanya rekomendasi mekanisme penguatan dan pengakuan komunitas organik yang inklusif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kebijakan dan Ekosistem Pertanian Organik

- Sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah dalam pengembangan pertanian organik.
- Dukungan anggaran, pembiayaan, insentif, dan akses sarana produksi.
- Penguatan penyuluhan, pendidikan, penelitian, serta inovasi pertanian.
- Pengembangan infrastruktur pascapanen, pengolahan, distribusi, dan pemasaran.
- Peningkatan akses pengadaan, kemitraan usaha, dan pasar produk organik.
- Kolaborasi pemerintah, komunitas, perguruan tinggi, dunia usaha, dan organisasi masyarakat sipil.

Hasil yang diharapkan: tersusunnya rekomendasi kebijakan dan pembagian peran para pemangku kepentingan dalam memperkuat ekosistem pertanian organik.

Dan juga Kontribusi terhadap RPJMN 2025–2029

Pengembangan pertanian organik dan regenerasi petani perlu dipetakan terhadap sasaran, indikator, serta program prioritas RPJMN 2025–2029 yang relevan.
Serta kontribusi terhadap:

- Ketahanan dan kemandirian pangan.
- Peningkatan produktivitas dan nilai tambah sektor pertanian.
- Peningkatan kesejahteraan petani dan kesempatan kerja bagi generasi muda.
- Penguatan ekonomi lokal dan rantai nilai pangan.
- Pelestarian tanah, air, dan keanekaragaman hayati.
- Pengembangan pertanian yang tangguh terhadap perubahan iklim.

Hasil yang diharapkan: tersusunnya rekomendasi program yang memiliki sasaran, indikator, penanggung jawab, dan mekanisme pemantauan yang jelas serta selaras dengan dokumen .
Dalam kegiatan ini AOI Memaparkan Paparan narasumber, melibatkan AOI, petani muda, komunitas organik, pemerintah, dan pemangku kepentingan terkait. Dialog dan tanya jawab, untuk menggali tantangan dan solusi pengembangan pertanian organik. Penyusunan rekomendasi, berupa rumusan langkah tindak lanjut yang dapat dilaksanakan bersama.



Peserta dan pihak yang diharapkan terlibat meliputi- Aliansi Organis Indonesia (AOI) sebagai fasilitator- Perwakilan petani muda dan organisasi petani.
Komunitas serta pelaku usaha pertanian organik.
- Kementerian dan dinas terkait.
- Penyuluh, perguruan tinggi, peneliti, dan lembaga pendidikan pertanian.
- Organisasi masyarakat sipil dan lembaga pendamping petani.
- Pelaku usaha, koperasi, distributor, dan jaringan pemasaran produk organik.
- Wartawan dan media massa.

Keluaran yang ditargetkan meliputi dalam kegiatan Konferensi organik Indonesia dan Rapat Umum Anggota (RUA) adalah,

1. Pernyataan bersama dalam program,mengenai pentingnya regenerasi petani dan pembangunan sistem pertanian organik.
2. Dokumen rekomendasi kebijakan untuk penguatan petani muda dan komunitas organik.
3. Rumusan kebutuhan dan prioritas program pertanian organik.
4. Rekomendasi pengembangan kolaborasi antara komunitas, pemerintah, lembaga pendidikan, dan dunia usaha.

. Rencana tindak lanjut yang memuat kegiatan prioritas, penanggung jawab, target waktu, serta indikator keberhasilan.

AOI dapat mendorong langkah-langkah berikut:
. Melakukan pemetaan petani muda, komunitas organik, potensi wilayah, dan kebutuhan pengembangan.Menyelenggarakan pelatihan, sekolah lapang, serta pendampingan usaha tani organik.Mengembangkan percontohan desa organik dan rantai pasok produk organik.Memfasilitasi akses pembiayaan, kemitraan pasar, sertifikasi, dan penjaminan mutu. Menyampaikan rekomendasi kepada pemerintah dan pemangku kepentingan sesuai kewenangan masing-masing.Melakukan pemantauan berkala atas kemajuan program dan dampaknya terhadap petani.
Keberhasilan kegiatan dapat diukur melalui:
Konferensi pers ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat gerakan pertanian organik Indonesia dan membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi generasi muda dalam pembangunan pertanian.

Melalui fasilitasi Aliansi Organis Indonesia, kolaborasi antara petani, komunitas organik, pemerintah, perguruan tinggi, organisasi masyarakat sipil, dan dunia usaha diharapkan mampu membangun ekosistem pertanian yang produktif, adil, sehat, dan berkelanjutan.

Dengan langkah yang terencana, terukur, dan berkesinambungan, penguatan petani muda serta pertanian organik dapat berkontribusi terhadap pencapaian sasaran pembangunan nasional dalam RPJMN 2025–2029.
Dalam RUA juga dikukuhkan anggota Dewan Pertimbangan Anggota (DPA) AOI, Dan keanggotaan AOI dan program kerja AOI 2026-2029.mti

Komentar (0)

Belum ada komentar.

NEWS CEO ACEH